Rabu, 15 Desember 2010

...LELAKI PILIHAN...







ehemm … Lelaki Pilihan Siapa laki-laki pilihan para wanita muslimah untuk menjadi pendamping hidup? Seorang pejabat, hartawan, atau si wajah tampan? Bisa jadi itu semua bukan pilihan utama dan lebih menjatuhkan pilihannya pada laki-laki dengan syarat ketinggian taraf keimanan, ibadah serta aktifitas sosial dan dakwah yang lebih darinya. Ataukah cukup yang biasa-biasa saja dan setara bahkan lebih rendah dari dirinya dengan catatan selama ia masih beragama Islam. Pilihan-pilihan itu sering mengemuka seiring dengan rencana dan keinginan seorang wanita untuk menempuh jalinan rumah tangga. Sebab, konon saat ini semakin sulit mencari laki-laki ideal dan “jempolan”. Tentu bukan karena timpangnya perbandingan jumlah laki-laki dan wanita. Namun lebih dimungkinkan karena semarak aktifitas keislaman lebih berkembang di kalangan wanita muslimah dibandingkan laki-laki, meski hal itu masih perlu dilakukan verifikasi dengan data statistik yang benar.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah wajarkah seseorang wanita mensyaratkan kadar keimanan (agama) yang lebih tinggi atas calon suaminya? Nikah adalah ikatan paling kuat dan kekal antara dua jenis insan . Ia pun banyak membawa hal-hal yang lebih positif bagi seseorang daripada hidup membujang. Jiwa perlu diikat dengan pengikat yang kuat lagi kokoh. Pengikat ini adalah aqidah. Karena hanya aqidah yang dapat mengarahkan hidup seseorang, menyetir hati, pikiran dan perasaannya, serta menanamkan pengaruh yang paling berkesan, kemudian menentukan jalan kehidupan mereka.

Dalam kaitan inilah, para ulama bersepakat atas haramnya seorang wanita muslim mengawini laki-laki kafir, baik kafir musyrik ataupun kafir kitabi. Hal itu juga ditegaskan Allah SWT dalam firman-Nya, “… dan janganlah kamu menikahkan orang musyrik dengan wanita beriman sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik dari seorang musyrik walaupun ia menarik hatimu …” (QS/ Al-Baqarah:221). Secara teoritis, tabiat wanita akan cenderung mengikuti suaminya. Sementara dalam sistem Islam, kepala keluarga adalah suami. Hal ini mencerminkan bahwa kondisi calon suami yang lebih mapan dan tinggi keimanannya menjadi satu syarat yang tidak bisa diabaikan.

Sementara itu, ada kecenderungan laki-laki muslim untuk (sengaja atau tidak) menunda pernikahan dengan beragam alasan. Studi, karir, masalah ekonomi, ingin lebih mendahulukan kepentingan keluarga dan berbagai alasan lainnya. Kondisi tersebut sesungguhnya justru sangat kontradiktif dengan keadaan yang dialami para muslimah. Bagi para wanita muslimah yang memahami konsep Islam secara baik, yang menjadi ukuran utama adalah kadar ketaqwaan dan tingkat keimanan dari calon suami. Sementara harta, jabatan, penampilan fisik dan latar belakang menjadi tidak lebih diutamakan meski tidak pula menampik hasrat untuk mendapatkan yang ‘lebih’ dari semua persyaratan itu. Artinya, keinginan untuk mendapatkan suami dengan penampilan menarik, harta yang cukup ditopang jabatan yang menjanjikan menjadi tidak lebih penting bagi seorang wanita muslimah jika syarat utamanya, yakni kadar keimanan dan akhlaq yang baik tidak dimiliki oleh calon pendampingnya.




Banyak wanita muslimah saat ini yang berpendapat bahwa tidak ada salahnya untuk memperoleh pendamping hidup yang sholeh, tampan, cukup harta dan berpendidikan. Pendapat itu tidak salah, namun juga tidak menjadi benar jika itu menjadi alasan untuk menolak setiap laki-laki sholeh yang datang karena tidak memenuhi syarat lainnya.

Hal itu ditegaskan Rasulullah SAW dalam haditsnya, Dari Abi Hatim al Muzani, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Apabila datang (meminang) kepadamu orang yang kamu ridhai agamanya dan akhlaqnya, maka nikahkanlah (anakmu dengan) dia. Jika tidak kamu lakukan maka akan timbullah fitnah di bumi dan kerusakan yang besar,” Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, jika hal itu memang ada?” Beliau menjawab, “Apabila datang (meminang) kepadamu, orang yang engkau ridha (karena) agama dan akhlaqnya, maka nikahkanlah anakmu dengan dia.” (diucapkan tiga kali) (HR. Tirmidzi)

Imam Asy Syaukani mengatakan, “orang yang kamu ridhai karena agama dan akhlaqnya” dalam hadits diatas, menunjukkan bahwa kufu itu menyangkut segi agama dan akhlaq. Sedangkan Imam Malik menegaskan bahwa kufu itu hanya menyangkut agama saja. Demikian juga apa yang dikutip dari Umar dan Ibnu Mas’ud dan kalangan tabi’in seperti Muhammad Ibn Sirin dan Umar bin Abdul Aziz dengan dasar firman: “Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu adalah yang paling taqwa kepada-Nya.”

Dari sudut pernikahan, kufu dalam arti agama memang menjadi suatu ketentuan yang mutlak. Namun, kufu dari sisi akhlaq merupakan pertimbangan yang lebih jauh. Ini menyangkut masa depan keutamaan sebuah keluarga muslim di tengah keluarga muslim lainnya. Oleh karena itulah Rasulullah SAW menyatakan bahwa apabila yang datang itu adalah seorang yang baik agama dan akhlaqnya, maka (jika anak perempuannya juga tidak keberatan) pinangannya harus diterima.

Agama dan akhlaq adalah ukuran yang ideal bagi suami yang baik. Dari sisi inilah wajar bila seorang wanita muslimah ingin mendapatkan nilai lebih dari diri calon suaminya, minimal dibandingkan dirinya sendiri. Tetapi cukuplah bersyukur atas nikmat dan anugrah yang diberikan Allah SWT jika memang Allah menentukan pilihan bagi seorang muslimah yang …ehm, Sholeh, tampan, berpendidikan dan cukup harta. Hendaknya ia tidak menjadi takabbur menganggap dirinya lebih mulia dari wanita muslimah lainnya, karena sesungguhnya atas segala nikmat yang Allah berikan, Allah titipkan pula ujian didalamnya untuk menguji apakah hamba-Nya bersyukur atau sebaliknya.



by ukhti a.syuhada

Selasa, 07 Desember 2010

~**~ Kisah Cinta Facebook ~**~





Kehadapan suamiku yang aku cintai karena Allah ... hari ni genap setahun aku mengenal dirimu ... walaupun dalam dapat, kita mesra ... seolah-olah sudah lama mengenal ... rupa-rupanya kamu adalah senior di sekolah dulu ...

Mungkin kita pernah saling berbicara, berselisih jalan, beratur di barisan yang sama 10 tahun yang lalu ... namun, siapa sangka siapa menduga ... perkenalan yang tidak pernah terjadi 10 tahun yang lalu ... menemukan jodoh kita ...

Alhamdulillah ... kita ditemukan dengan kemajuan teknologi ... dalam dapat ... di bulan syawal ... perkenalan yang tidak direncanakan ...

"Salam ... pernah kamu bertanya? Kenapa kamu add saya?"

Aku menjawab: "Gerak hati?? Tidak tahu harus jawab apa ... saya masih di Jakarta ... aku ini senior sekolah kamu dulu kan?"

"Saya kerja dengan *****. Macam susuh je nak terangkan. Bisa mengerti ke? Hehe. Jadi, kena panggil abang senior la ni?"

Kami bertukar cerita ... dalam 24jam ... Kami telah bertukar nomor telepon; berborak dan mendengar suara.

Hanya setelah 3 hari berkenalan, kami bertemu.

26 September 2009 tanggal keramat.

Di bawah pohon besar dihadapan rumah sorang kontak ....
Aku bersama mobil aku menunggu penuh debaran disitu ... menunggu dia keluar ...
Aku gemetar ... takut juga kalau ditipu ... pengalaman lalu mengajar aku waspada ...

Pertanyaan pertama yang aku tanya, "mana lisensi?"

Maka dia pun menunjukkan lisensi international nya (dia baru pulang dari belajar dan bekerja di England) ... aku dengan selamba bertanya ...

"Mana lisensinya? Ini kartu identitas internasional .."

Dia menjawab dengan yakin, "ada dalam chip tu."

Tidak ku sangka itu lah pertanyaan pertama yang tidak begitu romantis ... di pertemuan pertama ... dia dengan tenang memasuki mobil dan memanduku ke toko makan dekat ...

Kami duduk dan mengobrol .. sambil aku minum milo dan dia bersama roti canai favoritnya ... selesai disitu ... aku membawanya pulang ke rumah untuk dikenalkan kepada keluarga ... dia ngobrol sambil menonton pertandingan bola bersama abang-abangku ...

Tanggal 5 Desember 2009, aku dirisik ... kemudian kami bertunangan pada 1 Januari 2010 dan alhamdulillah menikah pada 13 Juni 2010 ...

Segalanya cepat ... namun aku bersyukur dipertemukan jodoh dengan dia ...

Kini aku bergelar istrinya ... akan aku abadikan segalanya untuk suamiku ...

Aku ingin menjadi permaisuri yang bertahta di hati dan jiwanya sepanjang usia hayatnya.

Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sebaik-baik istri itu adalah yang dapat menenangkan kamu apabila kamu melihatnya dan taat kepada kamu apabila kamu perintah dan memelihara dirinya dan menjaga hartamu apabila kamu tiada."

Rasulullah s.a.w. bersabda: "Setiap wanita itu adalah manajer sebuah rumahtangga suaminya dan akan ditanyakan hal urusan itu." Rasulullah s.a.w. bersabda: "Isteri yang mulia ini merupakan sesuatu yang terbaik di antara segala yang bermanfaat di dunia."

Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya wanita yang baik itu adalah wanita yang beranak, besar cintanya, pemegang rahasia, berjiwa ksatria terhadap keluarganya, patuh terhadap suaminya, pesolek bagi suaminya, menjaga diri terhadap lelaki lain, taat kepada ucapan suaminya dan perintahnya, dan bila bersendirian dengan suaminya, dia pasrahkan dirinya kepada kehendak suaminya itu. "

Sesungguhnya perkawinan atau rumahtangga itu bukanlah sesuatu yang dapat dipandang remeh atau yang dapat dipermain-mainkan. Ia adalah suatu ikatan yang menghalalkan yang haram sebelumnya.

Ia membutuhkan pemahaman, toleransi, saling percaya, tolong-menolong, kasih mengasihi seikhlas hati dan sebagainya.

Tanpa itu semua, mana bisa dua jiwa yang berbeda sifat dan sikap mampu mengarungi sebuah kehidupan yang penuh dengan dugaan ini bersama-sama. Sangat mustahil sekali.

Semoga perkenalan Facebook kekal hingga ke syurga .. aku berdoa kepada-Mu ya Allah .. "Kekalkan jodoh ku bersama suamiku hingga ke syurga ... jadikan lah aku bidadari suami ku di akhirat nanti ..."

Ikhlas dari,
Isteri yang menyayangimu ...

- Artikel iluvislam.com

Senin, 29 November 2010

**~** HATI RADAR YANG AJAIB **~**


Yang paling menakjubkan pada diri manusia adalah Hatinya , padahal ia merupakan sumber hikmah sekaligus lawannya . Jika timbul harapan , ketamakan akan menundukkannya . Jika ketamakan telah berkobar , ia akan dibinasakan oleh kekikiran ( kebakhilan ) .

Jika ia telah dikuasai oleh keputusasaan , penyesalan akan membunuhnya . Jika ditimpa kemarahan , menjadi jadilah marahnya . Jika sedang puas , ia lupa menjaganya . Jika dilanda ketakutan , dia disibukkan oleh kehati-hatian .

Jika sedang dalam kelapangan ( kaya ) , bangkitlah kesombongannya . Jika mendapatkan harta , kekayaan menjadikannya berbuat sewenang-wenang . Jika laparnya menguat , kelemahan menjadikannya tidak mampu berdiri tegak . Dan jika terlampau kenyang , perutnya akan mengganggu kenyamanannya .

Sesungguhnya setiap kekurangan akan membahayakan , dan setiap perkara yang melampaui batas akan merusak dan membinasakan .

Ada 4 perkara yang mematikan hati , yaitu :

1. Dosa yangbertumpuk-tumpuk ,

2. ( Mendengarkan ) gurauan , lawak jenaka yang berlebihan ,

3. Banyak bersikap kasar dengan kaum wanita ,

4. Dan duduk bersama orang-orang mati .

Lalu mereka bertanya , " Siapakah orang-orang mati itu , wahai amirul Mu'minin ? Ali Ra menjawab , " Yaitu setiap hamba yang hidup bergelimang harta dalam kemewahan " .

Ketahuilah ! Sesungguhnya di antara bencana ada kefakiran , yang lebih berat daripada kefakiran adalah penyakit badan , dan yang lebih berat daripada penyakit badan adalah penyakit Hati .

Ketahuilah ! Sesungguhnya di antara kenikmatan adalah banyak harta , yang lebih utama daripada banyak harta adalah kesehatan badan , dan yang lebih utama daripada kesehatan adalah ketakwaan Hati .

Tanyakanlah Hati tentang segala perkara karena sesungguhnya ia adalah saksi yang tidak akan menerima suap .

By Mutiara Amaly

~**~ ISTRI SHOLEHAH ~**~



" Wanita yang Sholeha ialah yang taat kepada Allah swt lagi memelihara diri ( tidak berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya ) ketika di belakang suaminya , oleh karena Allah telah memelihara mereka " ( An-Nisa': 34 )

" Maukah kamu aku beritahukan dari hal sebaik-baik barang yang perlu di simpan oleh seseorang lelaki ? yaitu isteri yang sholehah . Jika suami melihat kepadanya dia akan gembira , Jika suami menyuruh sesuatu dia akan taati dan jika suami tiada di rumah dia akan menjaga harta suaminya dan memelihara kehormatan dirinya " . ( Riwayat Ibnu Majah )

" Jika diizinkan seseorang manusia sujud kepada manusia , tentu aku akan menyuruh wanita-wanita sujud menyembah suaminya , lantaran begitu besar Allah swt jadikan hak laki-laki atas wanita . ( Riwayat Abu Daud )

" Sesungguhnya apabila seorang suami menatap isterinya dan isterinya membalas pandangan dengan penuh cinta dan kasih , maka Allah swt menatap mereka dengan pandangan kasih mesra dan jika suami membelai tangan isterinya , maka dosa mereka jatuh berguguran di sela- sela jari tangan mereka " . ( Dari Abu Said Al-Khudri )

" Jika seorang isteri itu telah menunaikan sholat lima waktu , berpuasa pada bulan Ramadhan dan menjaga kemaluannya daripada yang haram serta taat kepada suaminya , maka dipersilahkan masuk syurga dari pintu mana saja yang dia suka " . ( Riwayat Ahmad & Thabarani )

" Setiap isteri yang meninggal dunia yang diridhai oleh suaminya , maka dia akan masuk syurga " . ( Riwayat Tirmizi & Ibnu Majah )

" Ya Allah ya rahman ya rahim , jadikanlah aku isteri yang taat kepada suamiku , isteri yang membahagiakan & memberi manfaat kepada suamiku ya Allah . Dan jadikanlah rumahtangga kami seperti rumahtangga Rasulullah dan Khadijah " .

By Mutiara Amaly

Jumat, 26 November 2010

*~* Jangan ditangisi Apa yang Bukan Milikmu *~*


Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai dan kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan.

Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat tergoncangnya jiwa, masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majelis-majelis ilmu dan majelis-majelis zikir yang akan memberikan ketentraman jiwa.

Hidup ini ibarat belantara. Tempat kita mengejar berbagai keinginan dan impian. Dan memang manusia diciptakan memiliki kehendak dan memiliki keinginan. Tetapi bukan semua yang kita inginkan dapat dicapai. Sesungguhnya tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak punya satu hukum: harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang lain.

Betapa banyak orang yang berhasil tetapi lupa bahwa hakikatnya semua itu pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita. Padahal hakikat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.

Apa yang memang menjadi milik kita di dunia, apakah rezeki, jabatan atau posisi, pasti Allah akan berikan. Tetapi apa yang memang bukan milik kita, kita tidak akan mampu miliki; walaupun ia nyaris menghampiri kita atau meskipun kita mati-matian berusaha mendapatkannya.

"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Luh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri .. " (Surah Al-Hadid: 22-23)

Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!

- Artikel iluvislam.com

~*~ Ada Baitullah Dihatiku ~*~


Seruan-Mu datang lagi,
Mengumpulkan umat seluruh pelosok negeri,
Bertemu, berkumpul di bawah naungan-Mu,
Di atas tanah-Mu ...

Allah, aku hanya mampu merasakan dari jauh,

Bundaku berulang kali menceritakan keindahan rumah-Mu,
Terkadang diiringi dengan linangan airmatanya,
Rindu pada rumah Allah, itu jawab Bunda ...

Kuasa-Mu sangat luas ...

Aku yang hanya mendengarkan cerita Bunda,
Bisa bercucuran air mata,
Betapa indahnya perasaan,
Bila merasakan perlindungan ketika berada di rumah suci-Mu ...

Setiap tahun, melihat manusia berkumpul,
Hatiku juga bagai turut bersama,
Aku tahu, mereka itu ...
Engkau sambut dengan tangan yang terbuka ...

Wahai Allah,
Apakah aku akan turut terpilih oleh Mu?
Merasakan tempat yang penuh bersejarah itu,
Memohon dan menyerahkan diri kepada-Mu ...

Ketika ditanya kepada bundaku,
Apakah Bunda masih ingin ke sana lagi?
Jawab Bunda, masih terasa keinginan itu,
Bunda rindu ketenangan di sana ...

Ya Allah,
Jika Bunda, Engkau sudah takdirkan,
Menjadi tamu-Mu lagi ...
Izinkan aku pergi bersama Bunda ...
Aku ingin berada disampingnya,
Merasakan kebesaran-Mu ...

Allahu Rahim,
Engkau hadirkan perasaan rindu ini,
Walau belum pernah,
Menjejakkan kaki ke sana.

Rindu ke Baitullah, rumah-Mu,
Maka Engkau jugalah yang akan,
Memberi izin kepada diri ini,
Menjenguk rumah-Mu ...

Di hati ini, ada rindu ...
Maka ya Allah, dengarlah rayuan rindu nan jauh di lubuk hatiku ...

- Artikel iluvislam.com

*** INNER BEAUTY ***



Bukankah engkau , wahai saudariku selalu menginginkan dan mencari Kecantikan serta berusaha untuk menggapainya ???

Bukankah engkau menginginkan Mata yang indah , yakni warna putih dimatamu yang benar-benar putih dan warna hitam yang benar-benar hitam .

Bukankah Keindahan kulitmu terletak pada kejernihan dan putihnya ??? Jernih bagaikan yaqut dan putih bagaikan marjan . Bersinar bagaikan mutiara dalam kerang yang tidak pernah tersentuh tangan , bukan pada warna dan coraknya .

Keindahan tubuhmu terletak pada tersembunyinya , bukan terletak pada terbukanya .

Keindahan usiamu terletak pada Kedewasaannya , bukan pada kekanak-kanakannya .

Keindahan Kesucianmu terletak pada penjagaannya , bukan pada Keperawanannya yang terenggut .

Keindaham Cintamu terletak pada Ketaatan yang sempurna tidak ambisius terhadap selain yang engkau cintai .

Sinar kecantikan yang sejati itu , seperti sinar Matahari terbit yang menerangi langit dan bumi , bukan sinar kecantikan yang dibuat-buat dan kemanjaan palsu .

artikel : Ar-riyadh

Jumat, 12 November 2010

*~* Cinta aku pada si dia *~*





Cinta itu buatkan
Cinta utamaku lemah
Cinta aku pada si dia
Buatkan cinta aku pada Tuhan
Allah Yang Maha Esa ..

Buatkan cintaku pada Rasulullah
Kekasih Yang Maha Kuasa
Buatkan cintaku pada agama
Islam yang agung
Buatkan cinta aku pada iman
Nur yang selalu terang
Seakan-akan goyah
Umpama meniti jembatan rapuh
Yang kalau-kalau ditiup angin kencang
Rebah sujud sia-sia ke bumi

Cinta aku pada si dia
Mencalar kotor pada pahalaku
Bertambah erat pula
Pegangan si dosa-dosa
Cintaku pada si dia
Buatkan jiwaku resah
Bernanah dengan maksiat
Zina mata, zina hati
Buat aku terus-terusan gelisah
Melihat pasangan lain
Menjelajahi bahtera durjana
Yang kononnya indah
Walhal aku tahu
Halal haramnya ...
Meskipun aku tahu
Baik buruknya ...
Walaupun aku tahu
Azab dan siksanya ...

Bukankah cinta aku pada si dia
Harus bawaku dekat
Ke kota pujaanku ... surga
Bukankah cinta aku pada si dia
Harus jauhkan aku sejauh-jauhnya
Dari neraka yang pedih azabnya

Jadi ...
Mana mungkin cinta ini
Cinta aku pada si dia
Adalah cinta bisikan Allah
Mana mugkin cinta ini
Cinta aku pada si dia
Adalah cinta yang bisa buatkan aku
Bahagia dunia akhiratnya
Mana mungkin cinta ini
Cinta aku pada si dia
Adalah suci, tulus dan perawan

Aku muhasabah nilai cinta ini
Sebak dada, kusut jiwa
Menitis air mata seorang hamba durhaka
Mengenangkan betapa murahnya nilai cinta ini
Hinanya cinta ini disisi tuhan

Cinta yang aku dambakan
Cinta aku pada si dia
Tiada apa-apa arti buat tuhan
Hanya lumpur noda mengundang murka ...

Rupa-rupanya
Cinta aku pada si dia
Tidak layak menggapai rahmat
Tidak layak mengundang berkat
Dan tidak akan pernah mengundang keridhaan

Maafkan aku Ya Allah
Maafkan aku untuk ada rasa
Cinta aku pada si dia
Yang tidak ada nilai di mata mu Tuhan

Ya Allah
Jodohku ditanganmu
Kalau benar
Cinta aku pada si dia
Hanya Tambahkan timbunan dosa
Aku mohon ampun Ya Allah

Doaku ...
Harapanku ...
Pintaku dengan harap ...
Mohon dengan sangat ...
Penuh rendah diri sebagai hambamu
Berikan aku masjid yang sempurna
Dengan jodoh yang baik-baik
Penuhi pertemuan dan perpisahannya
Dengan iman, nur dan rahmatmu ...
Biar jodohku itu ...
Buatkan aku dekat padamu Ya Allah
Biar jodohku itu ...
Buatkan surga nanti jadi naungan untukku
Biar jodohku itu ...
Buatkan aku lebih mencintaimu
Lebih dari segalanya Ya Tuhan ...
Ya Allah ... Amin ...


ARTIKEL. ILUVISLAM.COM

*** Kita Sepatutnya ***




Hubungan cinta sebelum pernikahan merupakan satu tantangan bagi pemuda hari ini.
Jika kita terjebak dengan hal ini, kita harus berpegang pada prinsip-prinsip yang benar dan takut kepada Allah (khauf Allah) karena sudah pasti setan akan selalu menghasut kita untuk melakukan maksiat.



Kita seharusnya bersyukur jika si dia:

* Menolak ajakan kita untuk keluar.

* Tidak selalu mengadu kesedihannya.

* Cemburu pada tempatnya.

* Mengajak kita untuk bertahajud.

* Mengajak kita menutup aurat dengan sebenar benarnya.

* Mengingatkan kita atas dosa-dosa yang kita tidak sadari.

* Mengajak kita untuk menikah jika sudah mampu.

* Menahan dari melafazkan kata-kata cinta yang tidak hak kepada kita.

Kita tidak seharusnya bersyukur jika si dia:

* Mengajak kita keluar ditengah malam semalaman.

* Mengadu pada setiap saat sehingga terluka 2 cm pun ingin mengadu.

* Cemburu buta sampaikan marah walaupun sedikit.

* Mengajak kita ke majelis-majelis maksiat.

* Bangga dengan pakaian ketat yang rentan kita.

* Mengajak kita membuat dosa.

* Menunda pernikahan semata-mata untuk mengejar kesenangan dunia.

* Selalu melafazkan kata-kata cinta setiap hari.

- Artikel iluvislam.com

~*~ Anggun Pesona Aurat Terpelihara ~*~




Pernahkah kita terfikir, mengapa Islam mensyariatkan wanita menutup dan menjaga aurat mereka? Betapa Islam hadir untuk memartabatkan kaum wanita, tetapi wanita sendiri tidak menyadari hal itu.

Jika dibandingkan wanita Islam dengan bukan Islam, wanita Islam begitu beruntung telah disyariatkan untuk menutup aurat. Coba lihat wanita barat yang meluncur di atas es dengan hanya memakai bikini atau mungkin tanpa berpakaian. Merekalah yang sebenarnya telah didiskriminasikan. Menjadi tatapan setiap manusia yang memandang tanpa sekelumit pun perasaan malu. Martabat yang harus dijaga dipertontonkan sewenang-wenang tanpa timbul perasaan bersalah. Seolah-olah tidak bernilainya mereka di mata masyarakat.

Sadarkah Anda wahai wanita bahwa Islam telah menjelaskan dengan jelas kepada kita, siapakah yang selayaknya melihat aurat kita di dalam al-Quran.

"Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya membatasi pandangan mereka (dari memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau ayah mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. " [Surah An-Nur: 31]

Konklusinya dengan lebih mudah, mahram seorang wanita, yang dapat melihat auratnya adalah lelaki yang haram dikahwininya buat selamanya apakah karena keturunan, pernikahan atau susuan. Ia mencakup;

1. Bapak kandung
2. Bapak mertua
3. Bapak susuan
4. Anak kandung
5. Anak tiri (yakni anak suami)
6. Anak susuan
7. Saudara lelaki kandung
8. Saudara lelaki susuan
9. Anak saudara lelaki
10. Bapak saudara

Namun wanita sekarang, mereka sendiri dengan sesuka hati mengungkapkan aurat dan mahkota mereka tanpa rasa berdosa kepada yang bukan mahram. Malah lebih parah lagi, pria yang seharusnya menjadi pelindung dan pembimbing ke kaum wanita membiarkan saja istri, anak, adik, sahabat dan saudara mereka mengungkapkan aurat.

Tidakkah kaum pria ini merasa tercabar dan cemburu melihat wanita yang di bawah tanggung jawab mereka yang sepatutnya hanya mereka melihat aurat mereka tetapi, sebaliknya pria lain juga mendapat HAK yang sama?

Dimana istimewanya lelaki yang bergelar suami dibandingkan dengan pria lain di luar sana yang mendapat HAK yang sama dengannya? Apakah mereka merasa biasa dengan situasi itu? Sungguh rugi dan dayuslah mereka.

"Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu dan anak-anak perempuanmu dan istri-perempuan yang beriman, agar mengulurkan jilbabnya seluruh tubuhnya (saat mereka keluar); cara yang demikian lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) maka dengan itu mereka tidak diganggu. Dan (ingatlah) Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. " [Surah Al-Ahzab: 59]

Dan tahukah Anda pria, bahwa ada empat golongan lelaki yang akan ditarik wanita ke neraka kelak andai mereka tidak melaksanakan tanggung jawab mereka ..

01.Ayahnya

Bila seseorang yg bergelar ayah tidak mempedulikan anak-anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala kebutuhan agama seperti mengajar shalat, mengaji, dan sebagainya. Dia membiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup hanya memberi kemewahan dunia saja maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.

02.Suaminya

Bila sang suami tidak mempedulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas di luar rumah, menghias diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yang bukan muhrim. Bila suami berdiam diri walaupun dia seorang alim, misalnya shalat tidak default, puasa tidak tinggal, maka dia akan turut ditarik oleh isterinya kelak.

03.Abangnya

Bila ayahnya sudah tiada, tanggung jawab menjaga wanita jatuh ke bahu abang-abangnya. Jikalau mereka hanya mementingkan keluarganya saja, sementara adik perempuannya dibiarkan melenceng dari ajaran Islam, tunggulah tarikan sang adiknya di akhirat nanti.

04.Anak laki

Bila seorang anak tidak menasihati ibu perihal tindak-tanduk yang menyimpang dari Islam. Bila ibu membuat kemungkaran pengumpat, membuka aurat, dan lain sebagainya maka anak lelaki itu akan ikut ditanya dan diminta pertangungjawabannya di akhirat kelak.

Jadi bersediakah Anda kaum pria untuk ditarik ke nereka oleh anak, istri, adik dan ibu Anda? Oleh itu, Laksanakanlah kewajiban Anda untuk memastikan wanita-wanita ini tidak menarik Anda ke neraka tetapi memimpin Anda ke Jannah.

Kita pula sebagai kaum wanita seharusnya menjaga martabat kita selaku wanita yang mana sudah jelas Islam memandang tinggi martabat wanita. Nah, apalagi yang kita ingin, surga terbentang tersedia, masih neraka yang didamba? Sungguh rugi dan celakalah jika demikian rupa.

Wallahua'lam.

- Artikel iluvislam.com

Senin, 13 September 2010

@ Setiap Manusia di Ciptakan Berpasangan @








Jodoh tidak kaitan dengan keturunan.
Hanya belum sampai masanya. Ia bagai menanti jembatan untuk keseberang.

Kalau panjang jembatannya, jauhlah perjalanan kita. Ada orang jodohnya cepat sebab jembatannya singkat.

Usia 25 tahun rasanya belumlah terlalu lewat kalau sepanjang usia itu telah digunakan untuk membangun keunggulan.

Nyatakanlah perasaan dan keinginan Anda dalam doa-doa lewat shalat. Allah itu Maha Mendengar.

Wanita baik untuk lelaki yang baik, sebaliknya wanita jahat untuk lelaki yang jahat. Yakinlah pada janji-Nya karena kita orang yang beriman.

Biar lambat jodoh asalkan mendapat { Mr. Right } dan biar seorang diri dari pada menjadi korban lelaki yang tidak beriman kemudian nanti.

Memang kita mudah tersilap mentafsir kehidupan ini. Kita selalu sangka, aku pasti bahagia kalau mendapat ini.

Daya tarikan yang sebenar berpusat di hati yang murni. Berusahalah untuk mencuci hati anda dari semua perasaan yang negatif terhadap semua orang di dunia ini.

Hakikatnya, apabila kita benar-benar mendapat apa yang kita inginkan itu, ia juga datang bersama masalah.

Kita juga selalu melihat orang mengendarai mobil mewah dan terdetiklah dihati kita, alangkah bahagianya orang itu.

Hakikatnya, apabila kita sendiri telah memiliki mobil mewah, kita ditimpa berbagai karena.

Tidak mustahil pula orang yang mengendarai mobil mewah terpaksa membayar lebih tatkala berhenti untuk membeli durian di tepi jalan.

Ketika Anda terperangkap dalam kemacetan jalan raya, motor mencelah-celah hingga mampu berada jauh dihadapan.

Anda pun mengeluh, alangkah baiknya aku hanya menunggang motor itu dan cepat sampai ke tempat yang dituju.

Padahal si penunggang motor sedang memikirkan bilakah dia akan mengendarai mobil.

Tidak semua yang kamu sangka membahagiakan itu benar-benar membahagiakan.

Agar mudah orang sayang, cuci hati dengan jaga ibadah, solat taubat, beristighfar, baca Al-Quran, maafkan orang lain, meminta maaf, bersedekah dan berpikiran positif.

Bahagianya mungkin ada tapi deritanya juga datang sama. Semua benda pasti ada baik dan buruknya.

Demikian juga perkawinan.

Ia baik sebagai saluran yang benar untuk melepaskan syahwat tapi banyak juga orang yang menikah hidupnya semakin tidak terurus.

Banyak orang memesan neraka sebaik melangkahkan kaki kealam berumahtangga.

Bukankah dangan ijab dan Kabul selain menghalalkan hubungan kelamin, tanggungjawab yang terpaksa dipikul juga turut bertambah?

Bukankah bila Anda gagal melaksanakannya, anda membina dosa seterusnya jembatan ke neraka?

Berapa ramaikah yang menyesali pernikahan padahal dulunya mereka mati-matian membangun janji, memupuk cinta kasih malah ada yang sanggup berkorban apa saja asal impian menjadi nyata?

Jika tidak sanggup bergelar isteri tidak usah menikah dulu. Jika merasakan diri belum cukup ilmu bergelar ibu ayah, belajarlah dulu.

Jika belum siap untuk bersabar dengan karena anak-anak, carilah dulu kesabaran itu.

Jangan menikah dahulu sebab kenyataannya ramai yang tidak bersedia untuk melangkah tetapi setelah melompat, akhirnya jatuh terjerumus dan tidak jumpa akar berpaut tatkala coba mendaki naik.

Menikah itu indah dan nikmat bagi yang benar-benar mengerti segala tuntutannya. Menikah itu menjanjikan pahala tidak putus-putus bagi yang menjadikannya gelanggang untuk menjadikan surga sebagai tujuan.

Kita dapat berkomunikasi melalui pikiran. Hantarlah kasih sayang dan hasrat murni anda terhadap pasangan dengan gelombang fikiran ini secara berterusan hingga berhasil.

Menikah itu dari perbatasan ketidaksempurnaan insan kepada kesempurnaan insan bagi yang mengetahui rahasia-rahasianya.

Berkahwinlah demi Tuhan dan Nabi-Nya, bukan karena perasaan dan mengikut kebiasaan.

Jodoh usah terlalu dirisaukan, tiba masanya ia akan datang menjemput, namun perlu juga Anda membuka lorong-lorongnya agar undangan itu mudah sampai.

Kadangkala Allah sembunyikan matahari, Dia datangkan petir dan kilat. Kita menangis dan tertanya-tanya, kemana menghilangnya sinar. Rupa-rupanya Allah akan hadiahkan kita pelangi.

Cinta yang disemadikan tidak mungkin layu selagi ada imbas kembali.

Hati remuk kembali kukuh selagi ketenangan dikecapi.

Jiwa yang pasrah bertukar haluan selagi esok masih ada.

Parut lama pastikan sembuh selagi iman terselit di dada.

Kekayaan yang paling kaya adalah akal, kemiskinan yang paling besar adalah jahil, keburukan yang paling jelek adalah sesat.

Tidak berguna adanya mata andai tidak dapat melihat, tak guna adanya hati kalau tak tahu menilai.

Nilailah hati itu dengan seksama sebelum pergi mengundur diri karena segalanya dimulai dengan niat yang bertempat di hati.





by ILuvIslam

Minggu, 12 September 2010

~**~ BAHASA ~**~


Dan ketika kami memutuskan untuk Saling Mengerti .

Kami biarkan dua hati kami berbicara dengan Impian-Impian kami .

Tentang Hasrat dan Kerinduan .

Kemudian kami Takjub karena kami begitu Berbeda , sekaligus begitu Serasi .

Maka kamipun berjanji untuk menyatukan kedua hati kami dalam satu Bahtera .

Agar yang Berbeda...

Meski Berbeda namun jadi Serasi .

Agar Kosong dapat terisi dengan Sempurna .

Agar segala Impian dapat kami wujudkan berdua .

Karena Perbedaan kami bukanlah kendala selagi kami masih memakai bahasa yang sama --> bahasa itu bernama * CINTA * .



~* Hargai dan Cintai aku dengan segala Kekuranganku *~


Inilah aku dengan segala kekuranganku, inilah aku dengan segala keterbatasanku, dan inilah aku dengan segala yang ada pada diriku. Aku dalam sadarku, aku dalam mimpiku, dan aku dalam tempurung yang menyelimutiku. Aku tetaplah aku, dan sampai kapanpun inilah aku …

Hargai dan cintai kekuranganku karena semua yang aku lakukan bukan suatu “keharusan” tapi “keinginan-ku” untuk menyenangkan hati-mu dan berusaha melengkapi hidup-mu…

Untuk orang yang aku cintai…,

Aku penuh kekurangan dan jauh dari sempurna, karena…

Aku tidak pintar memasak tapi akan aku pastikan ada sarapan pagi untuk-mu dan makan malam untuk menghilangkan letih-mu…

Aku tidak pintar menjahit tapi akan aku pastikan aku bisa memperbaiki kemeja-mu yang terobek atau memperbaiki kancing baju-mu yang terlepas…

Aku tidak rapi tapi akan aku pastikan rumah-mu selalu dalam keadaan bersih dan terawat…

Aku tidak pintar menabung tapi akan aku pastikan semua tagihan terbayar tepat pada waktu-nya…

Aku tidak pintar berbelanja tapi akan aku pastikan semua kebutuhan-mu terpenuhi…

Aku tidak pintar menyuci pakaian tapi akan aku pastikan baju-mu selalu tampak baru dan harum…

Aku tidak pintar menyeterika pakaian tapi akan aku pastikan baju-mu selalu dalam keadaan rapi ketika akan kau kenakan…

Aku tidak pintar membagi waktu tapi akan aku pastikan dalam setiap kesenangan-ku disitu ada diri-mu…

Aku tidak pintar berdandan tapi akan aku pastikan aku mampu menempatkan gaya-ku dengan tepat dan tidak mempermalukan-mu…

Aku terkadang akan penuh dengan keegoisan dan manja berlebih tapi akan aku pastikan sifat itu hanya akan keluar pada waktu dan tempat yang benar tanpa menyusahkan-mu…

Aku tidak pintar mengambil sebuah keputusan tapi akan aku pastikan setiap keputusan yang aku ambil ada diri-mu sebagai pertimbangannya…

Aku selalu penuh kehebohan tapi akan aku pastikan kau tidak akan terganggu dengan kehebohan diri-ku…

Aku memiliki pekerjaan tapi akan aku pastikan pekerjaanmu-lah yang akan menjadi utama…

Aku tidak pintar mengendalikan emosi dan akan berdebat tapi akan aku pastikan kata-katamu-lah yang akan aku dengar dan akan aku lakukan…

Aku tidak pintar bergaul tapi akan aku pastikan kau tidak akan merasa malu bila aku berdiri disamping-mu…

Aku tidak mengikuti kursus kepribadian tapi akan aku pastikan kau akan merasa bangga atas pribadi-ku…



Semua yang aku lakukan tidak menggunakan kata “tapi” melainkan “walaupun”, karena semua yang aku lakukan hanya berusaha membuat yang terbaik dan menyenangkan-mu. Apabila semua itu tidak cukup untuk diri-mu, tolong hargai usaha-ku walaupun tidak terlihat oleh mata-mu dan terasa kurang. Semua aku lakukan karena aku menyukai-mu, karena mencintai-mu. Karena cinta dan rasa yang aku miliki adalah keinginan berbuat baik kepada orang yang aku cintai yang harus tampak setiap saat, sepanjang kebersamaan kita.

Jangan ganti aku atau membandingkan aku dengan yang lain hanya karena kau melihat semua kekurangan aku tapi coba-lah bertahan, hargai dan cintai setiap kekurangan-ku karena aku pun mencintai dan menghargai diri-mu apa adanya. Tidak terlintas di otak kecil aku untuk me-request perubahan dari diri-mu karena aku menyukai diri-mu “sepaket” seperti pertama kali aku mengenal-mu.

Jangan bandingkan aku dengan yang lain karena tidak akan pernah sama, karena inilah diriku yang jauh dari kata sempurna tapi selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk diri-mu.

Tolong lihat aku sebagai seseorang, bukan sebagai Partner-mu, bukan juga orang tua-mu, bukan juga sebagai teman-mu, tidak juga sebagai sahabat-mu atau bahkan sebagai seorang “wanita” tapi lihatlah aku sebagai seseorang. Karena bila kau melihat aku sebagai seseorang kau akan memberikan penghargaan akan segala perbedaan yang ada di antara kita. Karena aku adalah seseorang yang jauh dari sempurna, aku penuh kekurangan dan membutuhkan diri-mu sebagai pelengkapnya.

Hargai dan cintai kekurangan-ku karena aku membutuhkanmu…

Always love you from deep my heart dear,




_Aysh_

Selasa, 31 Agustus 2010

*** 7 Kalimat yang Lebih Bernilai dari Emas dan Perak ***



Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu ia berkata, “Seorang arab baduwi menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu ia berkata, ‘Hai Rasulullah! Ajarkanlah aku suatu kebaikan’. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meraih tangannya seraya berkata, ‘Ucapkanlah Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha Illallah wallahu Akbar (Maha Suci Allah, dan segala puji untuk Allah, dan tidak ada yang diibadati dengan hak melainkan Allah, dan Allah Maha besar)'.

Lantas arab baduwi itupun menghitung jari-jemarinya, dan pergi sambil berpikir. Kemudian dia kembali lagi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tersenyum melihatnya, beliau berkata, ‘Si malang ini berpikir’.

Datanglah arab baduwi tersebut lalu berkata, ‘Hai Rasulullah, Subhaanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu Akbar, ini untuk Allah, lantas apa untukku?

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya, ‘Hai arab baduwi, apabila engkau mengucapkan Subhanallah. Allah berkata, ‘Engkau benar’. Apabila engkau mengucapkan wal Hamdulillah. Allah berkata, ‘Engkau benar’. Apabila engkau mengucapkan La Ilaaha Illallah. Allah berkata, ‘Engkau benar’. Apabila engkau mengucapkan Allahummaghfirlii (Ya Allah ampunilah aku). Allah berkata, ‘Aku telah lakukan’. Apabila engkau mengucapkan Allahummarhamnii (Ya Allah kasihilah aku). Allah berkata, ‘Aku telah lakukan’. Apabila engkau mengucapkan Allahummarzuqnii (Ya Allah berilah aku rizki). Allah berkata, ‘Aku telah lakukan.

Lalu orang arab baduwi tersebut menghitung tujuh jemarinya kemudian pergi meninggalkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam." (As-Silsilah Ash-Shahihah 9/3336)

Subhanallah …

Alhamdulillah …

La ilaah Illallah …

Allahu Akbar …

Allahummaghfirlii …

Allahummarhamnii …

Allahummarzuqnii …

Empat kalimat apabila kita ucapkan Allah akan mengatakan ‘Engkau benar’.

Dan tiga permohonan jika kita ucapkan akan dikabulkan.

Jangan sia-siakan !

Kalimat yang ringan dilisan ini tapi besar dan agung faedahnya.

Jangan biarkan satu haripun dalam hidupmu berlalu tanpa mengucapkan kalimat ini dengan lisan dan hatimu!

Wallahu a’lam bish shawab.

Ustadz Abu Zubair, Lc.

Sumber: abuzubair.net

fiqhislam.com

Sabtu, 28 Agustus 2010

~**~ JIHAD CINTA ~**~








CINTA ..
Andai saja kau bisa merasakan getaran hatiku,
Kau akan tahu betapa aku sangat merinduimu ..
Andai saja kau bisa menadah air mataku,
Kau akan tahu betapa aku takut kehilanganmu ..
Andai saja kau JAUH dari diriku,
Kau akan lihat betapa kosongnya hidupku ..
Andai saja kau HILANG dariku ..
Berjuta nyawa pun tak mampu menghidupkan jiwaku!

Cinta ..
Jatuhnya aku pada kekuatan cinta tanpa melihatmu ..
Butanya aku pada dugaan yang menguji kasihku ..
Biar nyawa jadi taruhan asalkan cinta ini dipertahankan ..
Biar harta dan jasad tewas ..
Karena cinta ini yang ku damba!

Cinta ..
Menyebut namamu takkan pernah jemu ..
Mengingatimu takkan pernah lupa ..
Memujimu takkan pernah rapuh ..
Janjimu selalu teguh ..
Cinta sehidup dan setelah mati ..
Cinta yang selalu bahagia walau derita ..
Aku menyintai sesuatu karena cinta itu!
Aku hidup karena cinta itu!
AKu mati karena cinta itu!

Cukup bagiku cintamu ..
Itulah pelindung yang memeliharaku ..
Itulah ketenangan yang mententeramkan aku ..
Itulah kebahagiaan yang menyinariku ..

Engkau yang selalu ada ..
Engkau yang selalu bersama ..
Terakhir suka dan duka ..
Aku cinta padamu ..
Aku cinta pada takdirmu ..
Aku cinta pada jalanmu ..

Atas nama cinta ..
"Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad itu utusan Allah .."
Atas nafas cinta ...
Subhanallah ..
Alhamdulillah ..
Allahu Akhbar ..
Jihad cinta buatmu ya Rabb ...
Pelihara nadiku untuk selalu mengingat ..
Pelihara hatiku untuk selalu beriman padaMu ..






Pilihanku ..
Bukannya pada paras rupa yang menawan hati ..
Karena cintaku bukan pada pandangan semata ..
Takut jika diwarnai kegelapan ..
Kita buta hilang arah ..

Pilihanku ..
Bukannya pada manis tutur kata bermadah ..
Karena cintaku bukan pada janji yang merajalela ..
Andainya suara dikaburi fitnah,
Kita rebah tiada bermaya ..

Pilihanku ..
Bukan pada banyaknya harta dunia,
Karena cintaku bukannya ternilai dengan harga ..
Bimbang kemewahan membawa leka ..
Menghilangkan cinta kita padaNya ..
Lalu dimanakah bahagia?


Pilihanku itu ..
seorang yang buta ..
Buta menilai paras rupa ..
Sesungguhnya syahadahnya menggegar seluruh jiwaku ..
Keikhlasannya melakar cinta yang diredha ..
Tongkatnya pada akidah yang menyinari sandi bahagia

Pilihanku itu ...
Seorang yang bisu ..
Bisu mengungkapkan janji yang tiada pasti ..
Karena harapan patokan-patokan pada Illahi ..
Pendiriannya menusuk nurani udara ..
Bait-bait kesyukurannya lahir pada sujud seorang hamba

Pilihanku itu ..
Seorang yang papa dan hina ...
Papa dengan diri yang mengubur
Hina karena sederhana ..
Iman membujuk jiwanya ..
Cintanya pada agama mengikat tali ukhwah ..
Lalu disimpul teguh pada tiang pernikahan ..

Pilihan kami ..
Pada agama yang memelihara
Pada Syahadah yang mengiringi
Pada Alquran yang membimbing ..

Biar ..
Cinta kami pada maha Menyintai ..
Karena janji yang pasti
Cinta kami pada kekasih Illahi
karena menunjukkan jalan bahagia yang hakiki
Kasih istri pada cinta yang diberi ..
Biarlah sampai ke akhirat nanti ...
karena yang sebenarnya ku inginkan padanya ..
Bukan cuma kekasih duniawi ..
Tapi teman menuju syurgawi ..






Banyak yang mencari cinta tetapi tertipu olehnya,
banyak yang kecewa karena cinta dan putus asa pada rahmat-Nya,
banyak yang membenci cinta dan membenci nyawanya.

Jihad cinta buat-Mu ya Rabb. Pelihara nadiku untuk selalu mengingat-Mu. Pelihara hatiku untuk selalu beriman pada-Mu.

www.iluvislam.com
Oleh: mia effa