Selasa, 10 November 2009

Air Mata Rasullulah SAW



"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur."

:: Ali 'Imran : 144 ::

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang sakit," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"
"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru kali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.


masih dalam simpanan.. -pedang rasulullah saw

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi.

"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril. Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.


[makam rasulullah saw]

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai ding!n, kaki dan dada nya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.

Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?

Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

Cantik Itu ??



cantik itu putih... hatinya.
cantik itu manis... tutur katanya.
cantik itu halus... perangainya.
cantik itu tinggi... budi pekertinya.

cantik itu baik... prasangkanya.
cantik itu indah... perspektifnya.
cantik itu lurus... niatnya.
cantik itu berkilau... kesederhanaannya.

cantik itu murah... senyumnya.
cantik itu mahal... cemberutnya.
cantik itu mudah... maafnya.
cantik itu susah... marahnya.

cantik itu banyak... syukurnya.
cantik itu sedikit... butuhnya.
cantik itu dekat... kasihnya.
cantik itu jauh... bencinya.

cantik itu sempurna...
...dalam ketidaksempurnaannya.

cantik itu mengetahui...
...bahwa dia tidak cantik.
cantik itu mengetahui...
...bahwa kecantikan bukanlah segala-galanya.
cantik itu mengetahui...
...bahwa kecantikan bukanlah tujuan.
cantik itu mengetahui...
...bahwa kecantikan adalah alat
untuk membagi sebanyak mungkin
kebaikan bagi sebanyak mungkin orang.

Amrie Hakim ( Seorang Jurnalis )

Minggu, 08 November 2009

Jika Benar Cinta , DatangiLah Dengan Cara Halal !!!




Jika benar perasaan itu datang, iringilah ia di jalan keridhaaan. Ini Cuma jalanan titian kehidupan. Jangan sesekali dicemari. Perasaan itu suci,fitrah dan mampu membawa ke jalan keridhaan. Kasih sayang adalah bukti kekuasaan Allah. Dilampirkan kasih sayang agar dapat singgah di hati yang bersih lalu mewariskan ketaatan yang tiada tara. Kasih sayang adalah turunan asma Allah.

Jika tidak ingin menanggung risiko, janganlah dimulakan. Janganlah memaniskan mulut dengan seribu janji manis. Karena perempuan itu sensitive, hatinya halus, dan lemah. Mengharap bimbingan dari kaum pemimpin. Ditunjukkan jalan lantaran emosi yang lebih menguasai. Mereka lemah, tidak mampu berbuat apa-apa jika ada yang coba menodai,hanya mampu mengharap pelindung dengan hadirnya rijal. Rijal halal, bukan rijal yang mengundang kebahayaan. Bukan rijal yang menghiasi kalimah agama di bibir semata tetapi rijal yang mampu menuntun jiwa halus dan bersama mengharung titian kehidupan yang penuh tipu noda. Karena dengan keluhuran jiwa sang rijal ini, akan mampulah lahir warisan baru. Warisan yang mencintai kebenaran.

Jangan dicemari wanita mukminah. Sekalipun dia bertudung litup, coba seteguh mungkin menjaga diri dalam kancah pergaulan, dia tetap perempuan. Perempuan yang mempunyai hati, berhak untuk sayang dan menyayangi. Dan adalah satu kepayahan bagi seseorang mukminah itu untuk menentang fitrahnya yang sudah mula melampirkan kenyataan.

Wahai para mukmin, selamatkan para wanita mukminah. Jangan dicemari mereka. Jangan meletak janji jika tidak ingin menepati. Jangan menabur harapan jika lemah untuk menghadapi. Jangan diremukkan lagi hati mereka yang setia menanti bertahun-tahun. Ingatlah pesanan Rasulullah agar tidak menindas kaum yang lemah ini. Jangan mudah benar menuding seribu kesalahan kepada yang tidak berdaya. Kesetiaan mereka hanya Allah yang mampu mentafsir.

Ingatlah ibumu yang juga perempuan, kakakmu, adikmu.. Bayangkan jika mereka ditimpa perkara yang sama. Wahai mukmin, tunjukkan kepahlawanan mu dengan teguh mempertegak kebenaran dan melawan kebatilan. Jika perkara sekecil ini engkau mudah menyerah,bagaimana engkau mau menegakkan daulah?

Jika benar rijal itu luhur, Allah lah sandaran jiwanya. Bukan keindahan dunia yang memperdaya.

( by syairahshy )

Munajat seorang hamba ...



Bismillaahirrahmaanirrahiim. Allaahumma shalli wasallim wabaarik ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammadi. Astaghfirullahal a’dzhiim wa atuubu ilaih.

Ya Allah, selamatkanlah kami semua dari semua dosa dan perbuatan kami sendiri. Selamatkanlah dari kehinaan dan permaluan. Selamatkanlah dari fitnah dunia dan segala apa yang membahayakannya.

Ya Allah, Engkau yang menahan sesuatu dan menjaganya. Engkau jugalah pemilik segala pertolongan yang kami-kami butuhkan. Semua beban kami, kesulitan kami, kesusahan kami, hanya Engkau yang mampu mengatasinya. Hanya Engkau ya Allah. Tidak ada selain Engkau yang mampu menolong kami. Tidak ada satupun pertolongan manusia bisa menolong kami jika Engkau tiada menghendakinya. Dan tidak ada satupun bahaya menimpa kami jika Engkau juga tiada mengizinkannya.

Ya Allah, terlalu kecil semua urusan kami buat-Mu. Bahkan semua urusan manusia jika dikumpulkan dan dihadapkan pada-Mu, juga teramat kecil. Tiadalah salah kami yang lemah ini bener-benar bergantung kepada-Mu. Jika ada dosa kami, maka ampunilah ya Allah. Jangan sampai dosa kami menyengsarakan kami dunia akhirat. Dan jika ada kebaikan dari diri kami, mudah-mudahan ia mencukupi buat diri kami mendapatkan rahmat-Mu. Wahai yang maha pengasih dan yang maha peyayang, sungguh kami sangat berhajat akan pertolongan-Mu.

Ya Allah, betapa kami-kami ini sudah menjadi hamba-Mu yang lalai dan lalai terus. Diberi sedikit nikmat saja, sudah lari kami menjauh dari diri-Mu. Adalah pantas jika kemudian kesusahan dan kesulitan kembali Engkau hidangkan di kehidupan kami. Ya Allah, kami pahami semua kesulitan kami adalah sebuah bentuk Kasih Sayang-Mu terhadap kami. Engkau tidak menghendaki kami susah di negeri yang kami tidak bisa lagi kembali. Engkau menghendaki kami bertaubat dan meniti jalan lagi kembali menuju diri-Mu.

Ya Allah, bimbinglah kami agar kami bisa menemukan mutiara di balik semua kesusahan kami. Penuhi hati kami dengan kesabaran, keikhlasan menjalani hidup, dan niatan yang kuat untuk memenuhi hidup kami dengan ibadah kepada-Mu.

Ya Allah, kepada siapa lagi kami mengadu jika bukan pada-Mu. Kepada siapa lagi kami bersandar jika bukan pada-Mu. Kepada siapa lagi kami berlindung dari segala ketakutan dan kegelisahan kami, jika bukan kepada-Mu. Tunjukkan segala jalan buat kami untuk mendapatkan ridha-Mu dan Pertolongan-Mu.

Ya Allah, siapa yang membaca doa ini, lalu ia menambahinya dengan apa-apa yang menyesakkan dadanya, kabulkanlah ya Allah. Siapa yang membaca doa ini, dan kemudian ia menambahi dengan apa yang memusingkannya, dan dengan apa yang menjadi hajatnya, kabulkanlah ya Allah. Engkaul Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang tidak mungkin bagi diri-Mu. Kekuasaan-Mu tiada berbatas dan tiada bertepi.

Laa hawla walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adzhiem, washallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shohbihii ajma’iin, walhamdulillaahi robbil ‘aalamiin.

( F Blog )

♥♥♥ Seindah Cinta Ibu ♥♥♥



Aku mencintaimu Ibu , bukan semata - mata karena dari rahimmu yang suci aku terlahir . Seharusnya alasan itu sudah cukup bagiku untuk mencintaimu sepenuh jiwa .

Jika kemudian Cintaku berkembang dan terus bermekaran , itu karena engkau selalau memberikan kasihmu padaku tanpa ada keinginan untuk mengambilnya kembali .

Sungguh aku merasa mendapat kemuliaan tak terkira berkesempatan menjaga Cinta itu agar terus bersemi di bilik hati .

Ibu memang teramat teristimewa bagiku .
Dia adalah Matahari yang tak pernah lelah menghangatkan bumi .



Dia juga Bulan yang selalu setia memantulkan cahaya Cinta sang Matahari dalam pekatnya malam .



Bahkan dia adalah Angin pembawa kesejukan bagi nuraniku .



Dan adalah Ibu , sosok wanita yang selalu kukagumi sepenuh hati karena ketegaran dan ketulusan Cintanya .

Aku mencintaimu , Ibu !

( Astrie )

Syeikh Al-Qaradhawi : Hati umat Islam bersama Warga Gaza ..



Qaradhawi menjelaskan, Hamas mengakhiri masa gencatan senjata disebabkan karena kondisi, bahwa Hamas tidak ingin gencatan senjata bernilai kosong. "Apakah gencatan senjata aku serahkan tangan saya kepada Anda, sementara Anda terus membunuhi dan membiarkan Hamas mati kelaparan disebabkan oleh embargo. Apa arti gencatan senjata seperi ini?" kata Qaradhawi.

Syeikh Yusuf Al Qaradhawi, Ketua Persatuan Ulama Islam Internasional, meminta umat Islam untuk bergerak membantu penduduk Palestina yang terancam oleh pembantaian Israel. "Kita pertahankan gerakan perlawanan Islam, Hamas," kata Qaradhawi saat berbicara di sebuah masjid di Kota Doha, Qatar.

Qaradhawi mengatakan bahwa Hamas tidak bersalah, ketika berakhir masa gencatan senjata, di mana Israel terus menerus mengimabrgo Jalur Gaza.

Qaradhawi menjelaskan, Hamas mengakhiri masa gencatan senjata disebabkan karena kondisi, bahwa Hamas tidak ingin gencatan senjata bernilai kosong.

"Apakah gencatan senjata aku serahkan tangan saya kepada Anda, sementara Anda terus membunuhi dan membiarkan Hamas mati kelaparan disebabkan oleh embargo. Apa arti gencatan senjata seperi ini?" kata Qaradhawi.

Ulama berpengaruh itu itu menjelaskan embargo yang sama-sama kita saksikan mengharamkan bagi orang-orang Palestina untuk mengadakan perlawanan dan memenuhi kebutuhan hidup. Embargo itu arti sesungguhnya bagi orang Palestina tidak mendapatkan air minum yang layak, tidak juga bahan bakar, makanan, obat-obatan, tidak mendapatkan uang. Lantas, apa yang bisa dikerjakan orang dalam kondisi seperti ini?

Qaradhawi mengatakan Sesungguhnya pintu penyeberangan di tangan mereka, mereka tutup menurut kehendaknya dan dibuka menurut keinginannya, bagaimana mungkin bersabar dalam kondisi seperti ini? “Yang aneh pintu penyeberangan itu ada di tangan kita, kita sebagai orang Arab muslim menutupnya terhadap kawan-kawan kita, sementara mereka butuh bantuan kebutuhan hidupnya, bagaimana hal ini bisa terjadi?”

Lebih lanjut Qaradhawi menjelaskan, sesungguhnya bagi umat Islam wajib untuk bersatu di depan musuh dan agresor Israel. Kewajiban pertama adalah bagi penduduk negeri ini, dia adalah orang-orang Palestina, berikutnya orang-orang dekat Palestina dan seterusnya mencakup seluruh dunia Islam secara menyeluruh untuk berjihad melawan agresor Israel.

Qaradhawi mengikuti perkembangan sembari mengatakan sesungguhnya penduduk Palestina tidak mampu untuk menghadapi agresor Israel dengan kemampuan senjata nuklirnya, dan kemampuan angkatan bersenjatanya yang dimodali Amerika. Orang-orang Palestina tidak mampu menghadapinya sendiri, karena itu semua umat Islam harus bersatu bersama mereka, apa pun bentuknya yang diberikan, baik tentara, senjata, atau harta, serta seluruh kemampuan yang ada.

Sesungguhnya umat Islam umat harus tetap mempunyai solidaritas dengan saudaranya dalam semua hal, baik dalam suka dan duka, dan keadaan perang ataupun dalam damai.

Sesama muslim bersaudara, tidak boleh saling menghina dan menganiaya. Sesama muslim wajib membantu sesama muslim terhadap muslim lainnya, ia adalah ibarat satu jasad. Dalam Islam tidak dibenarkan hidup sendiri dan kamu tinggalkan saudaramu. Qaradhawi menambahkan telah ditulis dalam fikih Islam, apabila tertawan wanita Muslimah di timur, kewajiban kita untuk membantunya dan melepaskan belenggunya sekalipun umat Islam itu ada di belahan barat penduduk di belahan bumi ini.

Qaradhawi mengimbau umat Islam untuk menanamkan di lubuk hatinya yang dalam untuk ikut serta dalam masalah Jalur Gaza, itu menunjukkan bahwa umat Islam itu masih hidup, dan eksis, mereka semuanya siap berjuang dengan jiwa, harta untuk membantu perjuangan saudara-saudaranya. Harus diakui bahwa problema adalah lemahnya pemerintahan dan birokrasi, yang bentuknya telah mati rasa terhadap masyarakatnya untuk mengambil seuatu keputusan yang berani untuk membumi hanguskan kezaliman yang sedang terjadi bagi penduduk Jalur Gaza.

Pada bagian lain Qaradhawi mengimbau para pemimpin Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), baik yang ada di dalam maupun yang ada di luar Jalur Gaza, pasti bahwa hati umat Islam ada bersama mereka, dalam kesabaran mereka atau dalam perjuangannya, bahwa mereka adalah orang-orang yang perkasa, pemimpin yang berjihad untuk menentang kelaparan, embargo dan penghimpitan.

Ia menyerukan, jangan pernah putus asa, karena sifat putus asa dan frustrasi adalah bentuk dari sikap kufur. Qaradhawi meminta tenang dan tidak gegabah. “Sselama Anda berpegang teguh dengan yang benar bnerperang demi mendapatkan hak-hak Anda.”
Para peserta Festival Qatar yang jumlahnya mencapai 15.000 orang telah melayangkan surat solidaritas atas nama penduduk Qatar maupun yang tinggal menetap, mereka semua memastikan bahwa mereka bersama saudara-saudara mereka penduduk Gaza. Mereka memberikan apa pun yang mereka miliki, sampai-sampai penduduk Gaza memperoleh hak-haknya, dan mereka mendapatkan kekuatan untuk melawan senjata Zionis yang telah membunuh dengan tanpa membedakan orangtua, anak-anak kecil, jompo dan para tentara.

Ma'af saudaraku , aku yang berada jauh hanya bisa membantu panjatkan do'a kepada ALLAH , semoga dengan rahmat dan kasih sayang-Nya bumi Palestin akan bebas dari cengkraman Zionis . Amin ...

( abufaiz97 )

Segenggam garam dan telaga ..




Segenggam garam dan telaga

Oase Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, ia didatangi seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan wajahnya kusam.


Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, ia didatangi seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan wajahnya kusam. Keadaan tubuhnya tak karuan. Ia seperti sedang menghadapi sebuah masalah yang sangat menyusahkan hatinya. Begitu bertemu dengan si orang tua yang bijak, ia segera menceritakan semua permasalahan yang ia hadapi.

Pak Tua yang bijak hanya mendengarkannya dengan seksama. Begitu tamunya selesai bertutur, ia lalu mengambil segenggam garam dan memintanya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan. "Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya," ujar Pak Tua itu.

"Pahit...., pahit sekali," jawab anak muda itu sambil meludah ke samping.

Pak Tua tersenyum. Lalu ia mengajak tamunya berjalan-jalan di hutan sekitar rumahnya. Kedua orang itu berjalan di hutan sekitar rumahnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan. Setelah melakukan perjalanan cukup lama, akhirnya mereka tiba di tepi sebuah telaga yang tenang. Pak Tua itu kembali menaburkan segenggam garam ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, ia mengaduk air telaga sehingga sebagian airnya terciprat membasahi wajah anak muda itu.

"Sekarang, coba ambil air dari telaga ini dan minumlah!" ujar Pak Tua kemudian.

Anak muda itu menuruti apa yang diminta Pak Tua. Ia segera meminum beberapa teguk air telaga. Begitu tamunya selesai mereguk air, Pak Tua berkata lagi, "Bagaimana rasanya?"

"Segar!" sahut anak muda itu.

"Apakah engkau bisa merasakan garam di dalam air itu?" tanya Pak Tua lagi.

"Tidak," jawab si anak muda.

Dengan bijak, Pak Tua menepuk-nepuk punggung si anak muda. Lalu ia mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu.

"Anak muda, dengarkanlah ucapanku. Pahitnya kehidupan yang engkau rasakan seperti segenggam garam. Jumlah dan rasa pahit itu sama, dan memang akan tetap sama. Tapi, kepahitan yang kita rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu tergantung dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi ketika engkau merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa engkau lakukan untuk mengatasinya. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskan hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu."

Pak Tua itu kembali menambahkan nasihatnya, "Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Qalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan dan mengubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan."

Keduanya beranjak meninggalkan tepian telaga. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan segenggam garam untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya untuk meminta nasihat.

( oleh abufaiz97 )