Jumat, 28 Oktober 2011

~**~ Saat Kau Merasa Allah Sangat Dekat Denganmu ~**~


Saudaraku, pernahkah sejenak kita mengistirahatkan batin kita, yang lelah, yang telah terlalu jauh melangkah, yang bahkan kita sendiri tidak mengerti sampai dimana dan seberapa jauh kita telah melangkah?. Sejenak tengok bekas jejak kita dibelakang, apakah telah berbelok terlalu jauh sehingga kita berada dalam tempat yang tidak indah sekarang ini?


Sejenak, berdialoglah dengan diri sendiri, batin kita sediri dengan jujur. Jika memang jawabnya adalah "ya, aku sudah terlalu jauh melangkah, dan terlalu berat menyakiti diri sendiri dengan kesalahan yang justru aku menikmatinya". Maka berhentilah, sebelum hatimu semakin mengeras, dan dekatilah sang Maha menyembuhkan dirimu dari luka masa lalu dan sang maha Menghapus semua kesalahanmu.


Saat kau merasa Allah sangat dekat dengan hatimu, maka jiwamu pun menghangat. Tidak akan ada lagi celah untuk kebencian, kemarahan atau bahkan hanya sekedar sifat tidak ramah.

Yang tersisa, adalah senyum penuh ketulusan serta sikap yang mendamaikan, bahkan untuk dirimu sendiri. Rasakanlah betapa godaan pahala itu akan selalu mengusikmu untuk selalu meraihnya dan tanpa meluangkan sedetikpun untuk melewatkannya.


Saat kau merasa Allah sangat dekat denganmu, maka tak perlu kau umbar kata untuk sekedar mendapat penilaian benar dari manusia disekelilingmu.Jika kau memang bersalah, keluasan hatimu akan berkata jujur karena kau tahu dengan itu kau akan dicintai Allah. ketika kau telah berlaku baik, namun manusia masih membencimu, maka kau akan merasa tidak perlu lah membalas orang yang memakimu, melainkan batinmu hanya akan sibuk mengkoreksi diri dan memperbaiki kesalahanmu, hanya karena Allah.


Dan sebaliknya, Saat kau merasa Allah sangat dekat denganmu,tidak penting untukmu ketika mereka memuji, melainkan kesadaranmu berkata, bahwa kesemuanya hanya karena rahmat Allah.

Saat kau merasa Allah dekat denganmu, kau tak akan pernah merasa sendiri, walaupun sebuah mata melihat kau sedang sendiri. Lihatlah betapa dirimu begitu akan asyik dengan berdua- duaanmu denganNya, sehingga ketika kau berada dalam keadaan yang Allah tidak ridho kepadamu, dan seketika itu kau akan merasa asing berada didalamnya. Kakimu pun melangkah dan tubuhmu mengikuti kehendak sang raja yaitu hati untuk pergi dan menjauhi wilayah maksiat tersebut.


Saat kau merasa Allah ada bersamamu dan begitu dekat denganmu, entah dari mana, namun ketenangan ajaib merasuki sendi tubuhmu. Sungguh hanya akan dirasakan oleh diri dan hatimu sendiri. Bukan hanya sebagai fantasi dan rasa yan hanya kau rasa, namun sungguh kedamaian itu benar- benar nyata.


Saat kau merasa sangat dekat dengan Allah, seakan semua yang kau butuhkan benar- benar sangat tercukupi. Apakah ada kekurangan yang lebih kurang melainkan sebuah hati yang selalu berteriak tanpa syukur?


Beruntunglah bagi saudara- saudaraku yang merasa sangat dekat dengan Allah. Hati mereka yang tunduk akan dengan selalu mengindahkan hidup dan jalan kehidupan mereka. Allah sang maha pengasih, telah menjadikan batin- batin yang mengakrabinya bagai sebuah pabrik kebahagiaan dan kedamaian yang siap untuk dipersembahkan kepada siapapun yang berada didekat mereka.


Apa kau heran? apa ada yang sedang berkomentar dalam batinmu, dengan kalimat "bagaimana bisa?". Atau bahkan mungkin ada dari bagian dari dirimu yang sedang tertawa, karena membayangkannya pun akan sangat sulit untukmu?.

Ketahuilah bahkan kau bisa dengan mudah berubah menjadi dirimu yang lain saat kau mengenalNya. Hati yang keras dan beku itu akan dengan seketika merunduk dan melunak, derai tawa lalaimu akan sontak berubah menjadi hujan tangis karena menyadari betapa menggunung catatan dosamu.


Saat kau masih berpikir atau bahkan tertawa, atau tidak perduli sekarang ini, maka kau adalah orang yang paling pantas dikasihani di dunia ini. Lihatlah, bahkan untuk melihat sebuah kedamaian dan keindahanpun kau tak sanggup lagi. Betapa hatimu sudah benar- benar terbolak balik, namun kau tidak merasa.


Ini bukan hanya sekedar cerita sambil lalu saja. Bukan juga sekedar picisan pembunuh waktu yang sesaat bisa menghibur. Kau tak akan pernah tahu sebelum kau sendiri mencobanya, begitu nikmat saudaraku, yaitu saat batinmu begitu sibuk berada dan berdua dengan Allah...

Kau tak akan pernah bisa tahu dan mengerti sebelum kau sendiri mencoba dan merasakanNya...



(NayMa/Voa-islam.com)

Rabu, 26 Oktober 2011

~**~ Air Mata Seorang Lelaki ~**~


Air mata seorang lelaki,

Andai mengalir karena kecewa dengan cinta wanita,

Maka hilanglah sifat pemimpinnya.


Air mata seorang lelaki,

Andai mengalir karena kecewa dengan dunia,

Maka hilanglah sifat redhanya.


Air mata seorang lelaki,

Andai mengalir karena tidak sanggup melihat kesusahan orang tuanya,

Maka terbitlah sifat belas ehsannya.


Air mata seorang lelaki,

Andai mengalir karena terluka,

Maka hilanglah sifat kekuatannya.


Air mata seorang lelaki,

Andai mengalirnya karena takut Allah S.W.T,

Maka bergembiralah,

Karena air mata yang sedikit itu mampu,

Memadamkan api neraka kelak.


Rasulullah S.A.W telah bersabda:


"Bahwa tidak akan masuk neraka orang menangis karena takut kepada Allah SWT sehingga ada air susu kembali ke tempat asalnya."


Dalam sebuah kitab Daqa'iqul Pers menjelaskan bahwa akan didatangkan seorang hamba pada hari kiamat nanti, dan sangat beratlah timbangan kejahatannya, dan telah diperintahkan untuk dimasukkan ke dalam neraka.


Maka salah satu dari rambut-rambut matanya berkata:


"Ya Tuhanku, Rasul Engkau Nabi Muhammad SAW telah bersabda, siapa yang menangis karena takut kepada Allah SWT, maka Allah SWT mengharamkan matanya itu ke neraka dan sesungguhnya aku menangis karena amat takut kepada-Mu."


Akhirnya Allah SWT mengampuni hamba itu dan menyelamatkannya dari api neraka dengan berkat sehelai rambut yang pernah menangis karena takut kepada Allah SWT Malaikat Jibril AS mengumumkan, telah selamat Fulan bin Fulan karena sehelai rambut.


Dalam sebuah kitab lain, Bidayatul-Hidayah, diceritakan bahwa pada hari Kiamat nanti, akan didatangkan neraka jahanam dengan mengeluarkan suaranya, suara nyala api yang sangat mengintimidasi, semua umat menjadi berlutut karena kesusahan menghadapinya.


Allah S.W.T berfirman:


"Kamu lihat (pada hari itu) setiap umat berlutut (yakni merangkak pada lututnya). Tiap-tiap umat dipanggil ke buku amalannya. (Dikatakan kepadanya) Pada hari ini kamu dibalasi menurut apa-apa yang telah kau kerjakan." (Surah al-Jathiyah ayat 28)


Setelah mereka mendekati neraka, mereka mendengar kegeraman api neraka dengan api apinya, dan diterangkan dalam kitab tersebut bahwa suara nyala api neraka itu dapat didengar sejauh lima ratus tahun perjalanan.


Pada waktu itu, akan berkata setiap orang hingga Nabi-nabi dengan ucapan:


"Diriku, diriku (selamatkanlah diriku Ya Allah) kecuali hanya seorang nabi saja yang akan berkata," Umatku, umatku. "


Beliau adalah junjungan besar kita Nabi Muhammad SAW Pada waktu itu akan keluarlah api neraka jahim seperti gunung-gunung, umat Nabi Muhammad SAW berusaha menghalanginya dengan berkata:


"Wahai api! Demi hak orang-orang yang shalat, demi hak orang-orang yang ahli sedekah, demi hak orang-orang yang khusyuk, demi hak orang-orang yang berpuasa, supaya engkau kembali."


Meskipun dikata demikian, api neraka itu tetap tidak mau kembali, lalu malaikat Jibril berkata,:


"Sesungguhnya api neraka itu menuju kepada umat Muhammad SAW"


Kemudian Jibril membawa semangkuk air dan Rasulullah meraihnya. Berkata Jibril A.S.:


"Wahai Rasulullah, ambillah air ini dan siramkanlah kepadanya."


Lalu beliau mengambil dan menyiramkannya pada api itu, maka padamlah api itu. Setelah itu Rasulullah SAW pun bertanya kepada Jibril AS:


"Wahai Jibril, apakah air itu?"


Maka Jibril berkata:


"Itulah air mata orang durhaka di kalangan umatmu yang menangis karena takut kepada Allah SWT Sekarang aku diperintahkan untuk memberikannya kepadamu agar engkau menyiramkan pada api itu." Maka padamlah api itu dengan izin Allah S.W.T. "


Telah bersabda Rasulullah S.A.W:


"Ya Allah, anugerahilah kepada kami dua buah mata yang menangis karena takut kepada-Mu, sebelum tidak ditemunya air mata."


-Artikel iluvislam.com


~**~ Wahai wanita, Sudahilah Ujian Kalian Untuk Kami ~**~


Wahai wanita...



Kami hanyalah insan yang lemah.

Yang bisa saja hilang pertahanan kami,

Saat godaanmu telah merasuki diri kami.


Apakah kau tahu bahwa,

Sulit untuk kami menahan pandangan

untuk tidak melihat kejeliataanmu yang kau suguhkan kepada kami.

Apalagi jika Allah menambah ujian bagi kalian dengan bentuk tubuh yang aduhai dan wajah yang mempesona.


Maka dari itulah tutupilah tubuh kalian dengan pakaian yang longgar,

Dan bentangkan kerudung hingga ke dada kalian.


Wahai wanita, kau lebih terhormat dan kami akan menghormatimu, jika kau menghormati dirimu sendiri.


Apakah kau tahu bahwa,

Susah bagi kami untuk tidak mendengar

Suaramu yang begitu lembut dan indah mengalun

Masuk dalam telinga dan merasuki hati kami

Yang kemudian seakan menghapus akal sehat kami

Karena itu tegaskanlah suara kalian

Tatkala berbicara di berhadapan dengan kami

Dan berbicaralah seperlunya kepada kami.


Wahai wanita, kau lebih terhormat dan kami akan menghormatimu, jika kau menghormati dirimu sendiri.


Kami juga sulit menahan

Bayangan-bayangan pesona kalian.

Dan keluasan hati kalian dalam menerima setiap uneg- uneg kami.

Kau yang memang memiliki bakat menjadi ibu,

Yang dengan dewasa, kau mengerti saat sifat kanak- kanak kami.

Dari itulah mengapa waktu luang kami kadangkala akan sering terisi

oleh bayangan-bayangan kalian.

Maka janganlah kalian membiarkan diri

menjadi curahan hati bagi kami dan atau sebaliknya.


Tidak ada yang lebih dahsyat bagi kami

Selain kenyataan akan godaan kalian atas kami.

Kami hanya insan lemah,

Bila harus berhadapan dengan kalian.


Lihatlah...


Betapa kekerasan hati kami dengan mudah bisa luluh,

Hanya dengan senyum dan kemanjaan kalian.

Dan hati kami akan bergetar

ketika menyaksikan kalian menangis.


Wahai wanita...



Jangan tampilkan dirimu begitu murah dihadapan kami.

Kau lebih terhormat dan kami akan menghormatimu,

Jika kau menghormati dirimu sendiri.

Jangan kau obral perhiasaanmu bagi sembarang mata.

Kecuali dengan terhalalkannya dirimu atas sebuah akad nikah dan mahar dari kami.

Wahai wanita...


Apakah kau tahu bahwa, Allah telah memberikan amanah sekaligus cobaan bagi keindahan kalian tersebut.


Maka janganlah kau sia- siakan sehingga Allah murka atasmu.

Maha Besar dan Maha Suci Allah yang tahu betapa lemahnya kami...

YA Rabb, ampunilah kami.

Untuk setiap pandangan yang tak terjaga,

untuk iman yang tak dipelihara,

lisan yang merayu dan hati yang tak terhijab.

Wahai wanita...

Kau lebih terhormat dan kami akan menghormatimu, jika kau menghormati dirimu sendiri.


(Syahidah/voa-islam.com)

~**~ Kau Bilang Kau Sahabat ~**~


Kau bilang kau sahabat,


Sehingga dirinya menaruh percaya,


Namun percaya yang diharap,


Kian pudar ditelan zaman,


Sejalan tuanya umur persahabatan.


Kau bilang kau sahabat,


Kisah baiknya kau kecilkan,


Hikayat buruknya kau besarkan,


Sedang dia menyebar baikmu,


Sedang dia mengubur burukmu.


Kau bilang kau sahabat,


Salah temanmu kau biarkan,


Katamu, dia hidup dia aku hidup aku,


Sedang dia tidak jemu ingatkan salahmu,


Khawatir nasibmu.


Kau bilang kau sahabat.


Aibnya kau cerita, bahan ketawa,


Bukan hanya kepada seorang, kepada semua,


Sedang maruahmu dijaga olehnya,


Sedang aibmu erat digenggamnya.


Kau bilang kau sahabat,


Baikmu hanya dirimu saja,


Tidak peduli kepada si dia,


Katamu, dia sudah baik sempurna,


Tidak perlu diajak diundang,


Ah! Kau lupa, dia juga manusia.


Kau bilang kau sahabat,


Ya, kau memang sahabat baginya,


Meskipun doamu tidak,


Namun doanya untukmu tetap tersedia,


Percaya yang kian sirna,


Dikukuh kembali, dipatri rapi,


Ya, dia masih percaya,


Percaya kau sebagai sahabatnya.


Baginya kau masih sahabat,


Sahabat dunia akhirat,


Walau bagimu dia bukan siapa,


Bagimu dia hanya sahabat dunia.


pena Kelana


-Artikel iluvislam.com


Senin, 17 Oktober 2011

~**~ aku Cemburu Ya Allah ! ~**~



Di hening pagi,

Ketika sang surya masih samar-samar memancarkan sinarnya,

Ketika dedaunan masih basah disirami embun,

Ketika seluruh alam masih sunyi,

Diriku hanya bertemankan sepi.

Aku melihat alam ciptaan Allah,

Langit yg membiru dan terbentang luas,

Pepohonan hijau yang tidak henti berzikir kepada Allah,

Kerdil aku rasakan ketika berada di hadapanMu, ya Allah,

Aku tertunduk,

Tabir mata mulai digenangi air jernih,

Aku hanyut dibawa bayangan pikiran.

Peristiwa-peristiwa semalam,

Seringkali menerjang pikiran,

Biarpun mencoba dihapus dan dilupa,

Namun tetap tidak akan pergi begitu saja,

Pengalaman hidup jauh dari jalan redhaNya,

Membuatkanku benar-benar derita,

Tidak mau aku kembali melalui jalan yang sama.

Ya Allah, aku cemburu!

Aku cemburu kepada mereka,

Mereka yang memiliki hati yg dipenuhi dengan cinta,

Cinta kepada siapa?

Cinta kepada Engkau yg menciptakanku,

Jiwa mereka dihiasi dengan semangat jihad,

Hati mereka diterangi dengan nur cinta yang abadi,

Iman memenuhi ruang2 sanubari,

Jalan perjuangan sedia mereka tempuhi,

Meskipun mmpunyai ranjau yang melukai.

Segala ujian yang datang,

Dengan tabah mereka lalui,

Setiap torehan dan cacian,

Tidak pula mereka peduli,

Karena hati mereka begitu asyik,

Terleka dan tenggelam oleh manisnya cintaMu.

Sedang aku di sini,

Dalam kesamaran masih mencari-cari,

Ke mana arah diri,

Setiap kelemahan sedikit demi sedikit ku mencoba perbaiki,

Membersihkan kembali segumpal darah yang bernama hati,

Iman yang baru mulai untuk bercahaya kembali,

Aku rasa begitu payah untuk dipertahankan.

Betapa hebatnya perang,

Yang terjadi antara iman dan nafsu,

Terkadang aku merasa ingin berhenti,

Berhenti dari melanjutkan langkah ini,

Tetapi aku tahu,

Bukan mudah untuk menggapai cinta hakiki,

Pengorbanan dan kesakitan harus aku lalui,

Demi sebuah akhir yang bahagia,

Yaitu sebuah tempat di surga yang ku damba.

Hembusan angin menyadarkanku kembali,

Ya Allahu Ya Rabbi,

CintaMu menjadi dambaanku,

Dalam keheningan pagi ini,

Aku menadahkan tangan,

Bemohon dan merayu kepadaMu,

Ampunkan segala dosa-dosaku,

Meskipun sangat berat ujian yang Engkau berikan,

Demi setetes cinta aku relakan,

Ya Allah berikanku kekuatan,

Amin ya Rabbal 'Alamin ...


iluvislam

Minggu, 25 September 2011

~**~ Anggun Pesona Aurat Terpelihara ~**~


Pernahkah kita berpikir, mengapa Islam mensyariatkan wanita menutup dan menjaga aurat mereka? Betapa Islam hadir untuk memartabatkan kaum wanita, tetapi wanita sendiri tidak menyadari hal itu.


Jika dibandingkan wanita Islam dengan bukan Islam, wanita Islam begitu beruntung karena telah disyariatkan untuk menutup aurat. Coba lihat wanita barat yang meluncur di atas es dengan hanya memakai bikini atau mungkin tanpa berpakaian.


Merekalah yang sebenarnya telah didiskriminasikan. Menjadi tatapan setiap manusia yang memandang tanpa sekelumit pun perasaan malu. Maruah yang harus dijaga dipertontonkan sewenang-wenang tanpa timbul perasaan bersalah. Seolah-olah tidak bernilainya mereka di mata masyarakat.


Sadarkah Anda wahai wanita bahwa Islam telah menjelaskan dengan jelas kepada kita, siapakah yang selayaknya melihat aurat kita di dalam al-Quran.


"Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya membatasi pandangan mereka (dari memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau ayah mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak untuk saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak untuk saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berhasil. " [Surah an-Nur: 31]


Konklusinya dengan lebih mudah, mahram seorang wanita, yang bisa melihat auratnya adalah pria yang haram dikawininya buat selamanya apakah karena keturunan, pernikahan atau susuan. Ia mencakup;


Bapa kandung

Bapa mertua

Bapa susuan

Anak kandung

Anak tiri (yakni anak suami)

Anak susuan

Saudara lelaki kandung

Saudara lelaki susuan

Anak saudara pria

Paman


Namun wanita kini, mereka sendiri dengan sesuka hati mengungkapkan aurat dan mahkota mereka tanpa rasa berdosa kepada yang bukan mahram. Malah lebih parah lagi, pria yang seharusnya menjadi pelindung dan pembimbing bagi kaum wanita membiarkan saja istri, anak, adik, sahabat dan saudara mereka mengungkapkan aurat.


Apakah kaum pria ini merasa tercabar dan cemburu melihat wanita yang di bawah tanggung jawab mereka yang seharusnya hanya mereka melihat aurat mereka tetapi, sebaliknya pria lain juga mendapat HAK yang sama?


Di mana istimewanya pria yang bergelar suami dibandingkan dengan pria lain di luar sana yang mendapat HAK yang sama dengannya? Apakah mereka merasa biasa dengan situasi itu? Sungguh rugi dan dayuslah mereka.


"Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu dan anak-anak perempuanmu dan istri-perempuan yang beriman, supaya melabuhkan pakaiannya bagi menutup seluruh tubuhnya (saat mereka keluar); cara yang demikian lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) maka dengan itu mereka tidak diganggu. Dan (ingatlah) Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang. " [Surah al-Ahzab: 59]


Dan tahukah Anda pria, bahwa ada empat pria yang akan ditarik wanita ke neraka kelak andai mereka tidak menjalankan tugas mereka ..


01.Ayahnya


Bila seseorang yang bergelar ayah tidak mempedulikan anak-anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala kebutuhan agama seperti mengajar shalat, mengaji, dan sebagainya. Dia membiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup hanya memberi kemewahan dunia saja maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.


02.Suaminya


Bila sang suami tidak mempedulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas di luar rumah, menghias diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yang bukan muhrim. Bila suami berdiam diri walaupun dia seorang alim, misalnya shalat tidak default, puasa tidak tinggal, maka dia akan turut ditarik oleh isterinya kelak.


03.Abangnya


Bila ayahnya sudah tiada, tanggung jawab menjaga wanita jatuh ke bahu abang-abangnya. Jika mereka hanya mementingkan keluarganya saja, sementara adik perempuannya dibiarkan melenceng dari ajaran Islam, tunggulah tarikan sang adiknya di Akhirat nanti.


04.Anak lelakinya


Bila seorang anak tidak menasihati ibu perihal tindak-tanduk yang menyimpang dari Islam. Kapan ibu membuat kemungkaran mengumpat, membuka aurat, dan lain sebagainya maka anak lelaki itu akan ikut ditanya dan diminta pertangungjawabannya di akhirat kelak.


Jadi bersediakah Anda kaum pria untuk ditarik ke neraka oleh anak, istri, adik dan ibu Anda? Oleh itu, laksanakanlah kewajiban Anda untuk memastikan wanita-wanita ini tidak menarik Anda ke neraka tetapi memimpin Anda ke Jannah.


Kita pula sebagai kaum wanita harus menjaga martabat kita selaku wanita yang mana sudah jelas Islam memandang tinggi martabat wanita. Nah, apalagi yang kita mau, surga terbentang tersedia, masih neraka yang didamba? Sungguh rugi dan celakalah jika demikian rupa.


Wallahu'alam.


- Artikel iluvislam.com


~**~ Mendengarkan Tilawah Memang Sungguh Menyejukkan ~**~


Manusia sangatlah menyukai alunan-alunan nada yang berirama. Alunan-alunan nada yang berirama itu membuat manusia serasa melayang-layang berada di tempat apa ya, atau bahkan dapat menenangkan maupun menyejukkan hati.


Alunan-alunan nada yang berirama itu yang sering kudengar adalah musik. Musik itu sendiri merupakan suatu alunan nada berirama yang dapat menggambarkan perasaan seseorang. Jadi, hampir setiap waktu aku selalu mendengarkan musik. Karena musik yang sedang di “play’ itu menggambarkan perasaanku pada saat itu.


Suatu waktu, ketika perasaan kurang karuan dan juga aku merasa jenuh dengan apa yang kudengar dari musik itu. Saya jadi bingung lagu apa lagi yang harus saya taruh d playlist saya karena semuanya telah kudengar dan juga kurang begitu menggambarkan perasaanku ketika itu. Akan tetapi, ketika mendengarkan tilawah rasa jenuh itu memang hilang.


Saya benar-benar mulai menyukai untuk mendengarkan tilawah yakni semenjak saya kuliah biologi di Universitas Pendidikan Indonesia. Disana ada program mentoring buat adik tingkat. Ketika saya mengikuti kegiatan mentoring itu, ya seperti biasa diawali dengan membaca quran. Ketika pementor, yakni kakak-kakak tingkat saya, membaca quran sungguh indah cara membacanya. Ternyata cara membaca itu ada ilmunya, yakni namanya tahsin. Quran juga memerintahkan kita untuk membaca quran dengan tartil. Lalu, mereka menjelaskan apa arti tahsin itu, dan sebagainya. Karena saya pemula, maka saya diajarkan 5 dasar-dasar tahsin, yakni


1. pembacaan mad secara konsisten,

2. pembacaan ghunnah secara konsisten,

3. pembacaan nun dan tanwin,

4. pembacaan mad layyin,

5. pembacaan qalqalah.


dan mereka juga mengajarkan untuk membaca alquran dengan tenang dan jangan tergesa-gesa dan juga diayun. Mereka juga menganjurkan untuk mempelajari quantum reading quran (QRQ) yang diperkenalkan oleh Ust. Abu Rabbani, yang mana kita bisa pelajari dari qurannya maupun cdnya (loh, kok promosi).


Kemudian, saya menjadi penasaran dalam tahsin. Alhamdulillah, pada suatu waktu saya bermain-main ke toko buku dan menemukan quran dan cd abu rabbani tentang (QRQ). Penjualan quran dan cd abu rabbani itu ada yang disatukan dan juga terpisah. Karena saya sudah memiliki Alquran sebelumnya, jadi saya hanya membeli cdnya saja.


Dan saya pelajari lagi, bahwa menurut Ust. Abu Rabbani, dalam membaca Quran ada 3, yakni.

1. Membaca mad dan ghunnah secara konsisten

2. Membaca ayat-ayat gharibah

3. Melafalkan huruf-huruf arab dengan benar


Semenjak itu, saya semakin suka untuk mendengar dan membaca alquran. Ketika mendengarkan qari-qari dengan tahsin itu benar-benar meneduhkan dan menenangkan pikiran dan hati jiwa ini.

Ketika, saya jalan-jalan ke toko buku di Jatinangor Town Square ada software membaca Alquran.


Software tersebut terbagi 3 tingkatan, yang mungkin yg dapat saya kategorikan, yakni.

1. beginner

2. intermediate

3. advance


lalu, saya pilih dan beli yang intermediate karena itu ada ditengah-tengah. Ketika saya install, luar biasa muncul aplikasi alquran dari surat Al Fatihah hingga surat Annas begitu dengan terjemahan yang bisa dua bahasa yakni bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Lalu saya Play, kemudian terdengar suara qari dari Sheikh Mashari bin Rashid Al Afasi. MasyaAllahu, tilawah qurannya benar-benar bagus menurut saya.


Kadang-kadang timbul rasa berat mendengarkan tilawah alquran, jadi lebih baik mendengarkan musik dibandingkan mendengarkan tilawah dari Sheikh Mashari bin Rashid Al Afasi. Tapi, saya mengatakan dengan sebenarnya, kalau mendengarkan tilawah Alquran itu, sungguh benar-benar menyejukkan dan menenangkan pikiran dan hati jiwa ini. Semoga saya bisa bertahap atau berangsur-angsur untuk lebih banyak mendengarkan tilawah al quran dibandingkan mendengarkan musik. Amin….


Semoga Allah, selalu mengampuni kita, selalu melindungi kita, dan memberi kita petunjuk ke jalan-Nya yang lurus, serta memberi rahmat-Nya serta memudahkan segala urusan kita. Amin….


Fulan