Sabtu, 11 Juni 2011

~**~ Musibah : Jalan Menuju Kebahagiaan ~**~



Musibah seringkali didefinisikan sebagai ujian, bencana, atau balasan dari Allah SWT.
Berbagai bentuk musibah terjadi seperti kehilangan orang yang disayangi, kerusakan harta benda, keruntuhan rumah tangga, kegagalan dalam perencanaan atau sebagainya. Dampak dari musibah ini dapat merubah situasi seseorang tergantung pada tingkat penerimaan mereka.

Jika diterima secara positif, maka musibah dapat mempengaruhi yang baik. Akan tetapi jika orang yang ditimpa musibah mengambil peristiwa itu secara negatif maka ia dapat jadi membawa kehancuran yang merugikan. Oleh itu, kita seharusnya mendalami situasi musibah itu agar dapat membawa kesejahteraan.

Apakah yang harus kita lakukan bila ditimpa masalah atau musibah? Apakah dengan merasa sedih, keluh kesah dan membinasakan diri sendiri dapat menyelesaikan sesuatu hal. Jawabannya adalah dengan kembali ke Allah.Ketahuilah dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang.Firman Allah SWT:

"Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa seseorang kecuali dengan izinNya .. Dan barangsiapa yg beriman kepada Allah niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya ..."( At-Taghabun: 11).

Kita seharusnya redha dengan apa yang terjadi karena ia merupakan qada dan qadar dari Allah. Seharusnya seseorang yang beriman tidak bisa mengatakan Allah itu tidak adil semata-mata karena musibah yang menimpa dirinya begitu pedih untuk ditanggung. Kita tidak berhak untuk memilih dugaan atau musibah itu sesuai dengan kehendak kita.

Ini karena Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu. Allah berfirman di dalam surat Al-Baqarah ayat 216 yg artinya:.

"... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.".

Bila Allah menimpakan musibah kepada kita, itu sebenarnya tanda Allah kasih kepada kita. Ia juga merupakan suatu ujian penilaian keimanan diri, sejauh mana kita benar-benar beriman atau keimanan kita begitu tipis sehingga hanya dengan sedikit dugaan, hati kita berubah.Cuba renungkan firman Allah ini:

"Dan, sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (Al-Baqarah: 155).

Setiap manusia memiliki titik tolak dalam kehidupannya. Maka saat ditimpa musibah eloklah kita iktikadkan dalam hati, bahwa inilah titik awal dalam hidup kita. Barangkali musibah yang melanda adalah suatu sinyal dari Allah untuk kita bermuhasabah diri untuk membuat perubahan. Singkatnya apa yang telah terjadi itu memiliki hikmah yang harus di nilai. Kita harus memperbanyak beristighfar, membaca selalu innalillahhiwainnailaihirajiuun dan sebagainya.

Disamping itu, jadikan Alquran, sebagai teman. Berdoalah kepada Allah untuk memohon bantuan, dan diberikan keringanan dalam urusan. Firman Allah dalam surat Al-Mukmin ayat 60 yg artinya:

"Berdoalah kamu kepadaKu, niscaya akan aku perkenankan bagimu".

Untuk menghindari kita dari terus mengingat situasi sedih yang dihadapi maka kita harus melakukan berbagai aktivitas yang akan seperti terlibat dengan aktivitas masyarakat, menghadiri ceramah, mengunjungi saudara dan sebagainya. Selanjutnya kita harus bertawakkal kepada Allah setiap waktu dalam setiap keadaan.Firman Allah dlm surat Al-Maidah ayat 23:

"... Dan hanya kepada Allah lah hendaknya kamu bertawakkal jika kamu benar-benar beriman".

Jangan lupa mengadu kepada Allah jika hidup seringkali ditimpa kegelisahan dan kesempitan. Maka Ucapkan Hasbunallah Wanikmal Wakil yang berarti:, Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.

"Sesungguhnya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka dengan tidak terkira.". (Az-Zumar: 10).

Sebagai kesimpulannya, tidak masalah tanpa solusinya. Kita harus mempelajari dan meneliti, sebagaimana setiap penyakit memiliki penawarnya. Anggaplah musibah itu sebagai tiket untuk mendekati Allah dan sebagai jalan menuju bahagia. Ingatlah janji Allah di dalam surah Al-Insyirah bahwa sesudah kesulitan ada kemudahan.

Artikel iluvislam.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar