Jumat, 03 Juni 2011

**~** Muslimah vs Putus Cinta **~**






Umum kita sudah mengetahui bahwa pasangan, bercinta, couple selain hubungan sah suami istri dan apa saja istilah yang seerti dengannya adalah haram di sisi agama kita Islam.



Namun, jika kita lihat pada generasi kita yang bergelar remaja sekarang, banyak yang hanyut dalam arus percintaan. Setelah terngadah baru tersadar bahwa cinta yang terbina itu memakan diri sendiri. Cinta yang terjalin tadi akhirnya sia-sia, punah seribu harapan, impian, dan janji-janji.

Nasi sudah menjadi bubur, penyesalan memang akan tetap singgah. Kesunyian akan menerpa. Namun ingat wahai muslimah! Jangan pernah berkata yang hati Anda kosong hanya karena 'I have no boyfriend' sebab Allah tetap ada. Kembalilah bersujud kepada-Nya. Tanamkan kepercayaan kepada-Nya.



Memang jodoh itu ketentuan Ilahi, tetapi kita pernah mendengar bahwa kesempatan tidak datang bergolek, begitu juga dengan jodoh. Berdoa juga adalah satu usaha, jadi berdoalah kepada-Nya moga dipertemukan dengan pria yang baik dan saleh. Ingatlah! Pria yang baik adalah untuk perempuan yang baik, bukan lelaki yang hensem untuk perempuan yang cantik dan sebaliknya.

Jangan merasa rendah diri, ingatlah bahwa segala yang diciptakan Tuhan adalah cantik. Jika inginkan jodoh yang baik, perbaikilah diri Anda, muhasabahlah diri, hentikan hal yang dilarang-Nya dan kerjakan segala perintah-Nya selagi pintu taubat masih terbuka luas. Di sini, sekedar ingin mengutarakan pendapat dan berbagi tips kepada para muslimah, jangan jadikan kegagalan cinta sebagai finish hidup Anda. Teruskanlah berusaha karena dirimu begitu berharga.


TIPS MENGATASI PUTUS CINTA:

1. Kembali ke-Nya - Banyakkan beribadah termasuk melakukan praktek sunat. Luangkanlah lebih waktu dengan-Nya.

2. Selalu ingat jodoh itu ketentuan Allah - anggap semua yang terjadi adalah ujian dari Allah dan ada hikmah disebaliknya. Sesungguhnya Allah tidak menurunkan ujian jika hamba-Nya tidak mampu untuk menanggungnya. Bersabarlah.

3. Meminta nasihat orang tua atau orang terdekat - Orang tua adalah yang terbaik dalam memberikan nasehat karena sudah merasa asam garam kehidupan dan tahu apa yang terbaik untuk kita. Jika merasa malu atau takut untuk meminta nasihat dari orang tua, setidaknya berkongsilah masalah Anda dengan orang terdekat dan rapat seperti teman baik. Jangan pendamkan di dalam hati, nanti semakin merana diri.

4. Hapus semua tentang si dia - Jika Anda tidak sanggup menghapus kenangan Anda berdua, letaklah jauh dari sudut penglihatan Anda agar Anda tidak merasa sedih dan ingin kembali dengannya. Buang nomor si dia dan segala pesan yang ada dalam ponsel Anda.

5. Sibukkan diri - Lakukan apa saja kerja yang baik dalam kehidupan sehari-hari Anda supaya Anda tidak terlalu memikirkannya. Jika ada aktivitas, libatkan diri. Dengan itu dapat mengurangi kesedihan yang melanda.

6. Muhasabah diri - Jangan ikutkan perasaan, terimalah hakikat bahwa dirinya bukan untuk Anda. Ada yang lebih baik.

7. Berkawan dengan banyak orang - Janganlah karena putus cinta Anda tidak ingin bergaul. Namun, pengaman pergaulan Anda sebagai seorang muslimah. Menambahkan kontak adalah baik dalam memperkuat ukhwah. Selain itu Anda akan merasa kesedihan putus cinta itu akan hilang sedikit demi sedikit.

Dengan kemitraan ini, diharapkan sedikit dapat membantu muslimah sekalian yang mungkin menghadapi masalah putus cinta. Sekali lagi diingatkan, bercinta tanpa ikatan yang sah adalah HARAM. Efeknya adalah seperti ini, PUTUS CINTA. Akhirnya diri sendiri yang merana.

Ayuh muslimah! Bangkitlah dengan kekuatan dirimu. Cinta manusia bukanlah segalanya, tetapi cinta kepada Allah cinta yang hakiki. Sampai suatu ketika, dengan adanya cinta terhadap-Nya, semoga Dia akan menjodohkanmu dengan pria yang mencintaimu untuk mendapat keridhaan-Nya.

"A girl and a guy can be just friends, but at one point or another they will fall for each other. Maybe temporarily, maybe at the wrong time, maybe too late, or maybe forever."

Sulamkanlah cinta itu dengan ikatan yang SAH. Wallahua'lam.

- Artikel iluvislam.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar